NOVEL CINTA
Pada suatu siang yang mendung, seorang laki-laki kecil yang jahil, menggoda perempuan kecil dengan menyemprotkan pistol airnya. Karena jengkel, laki-laki itu di ceburkan ke kolam dan tenggelam, tapi untung ibunya menolongnya. Sejak selamat dari maut, anak laki-laki itu sifatnya berubah drastis, dia berubah menjadi pendiam.
Sampai akhirnya dia beranjak dewasa. Anak bernama Febrian itu hidup sendirian, setelah ibu dan bapaknya bekerja di Luar Negeri. Dia sering menghabiskan waktunya di kafe, sambil menulis novel di laptopnya. Di suatu malam saat dia di kafe, dia bertemu dengan seorang cewek yang tak lain adalah tetangga kecilnya dulu. cewek itu bernama Yanti. Sepertinya Febrian jatuh cinta pada Yanti, karena Yanti memiliki hobby juga dalam novel. Setelah berbincang-bincang lama, ternyata Yanti bermaksud menuruti ayahnya untuk sekolah bisnis di
Hari berikutnya, Febrian berada di fitness center. Di
Keesokan harinya,
Setelah Shinta sampai di rumah, dia dikenalkan oleh seorang eksekutif muda bernama Ryan. Ayah Shinta bermaksud untuk menjodohkan Shinta dengn Ryan, tetapi Shinta menolaknya. Terjadi cekcok besar antara ayah dan anak dan pada akhirnya Shinta memutuskan untuk pergi dari rumah. Dia pergi ke rumah sobatnya, Rency.
Roy, Febrian, Rency, dan Shinta, bersama-sama pergi ke villa yang dulu dijanjikan, sedangkan Albert berada di mobil lain dengan dua orang ceweknya. Dalam perjalanan, ketidakcocokan Febrian dan Shinta semakin menjadi. Di dalam mobil, mereka selalu bertengkar melulu. Sampai di sekitar pegunungan, terlihat pemandangan yang begitu mempesona, dan akhirnya mereka istirahat di tempat itu. Rency dan Roy mencari tempat sendiri, sedang Shinta dan Febrian sama-sama melihat kebun bunga yang sangat indah, saat itu Febrian dan Shinta bercakap-cakap, dan tanpa di sadari, rasa cinta pun mulai ada. Sesampainya di villa, mereka segera meletakkan tas mereka. Febrian, menawarkan diri untuk membuat makan malam. Dengan dibantu Rency, Febrian segera membuat menu istimewa malam itu. Makanan sudah siap, mereka semua segera makan dengan lahapnya. Shinta pun mengakui lezatnya masakan Febrian.
Pagi harinya, seorang laki-laki dengan
Sampai akhirnya Shinta mengajak Febrian untuk lari ke hutan. Tanpa disadari, Febrian dan Shinta sudah masuk hutan terlalu dalam, dan mereka tersesat. Malangnya lagi, handphone Febrian ketinggalan di villa. Hari semakin gelap, di dalam hutan yang tidak dikira bakal adanya cinta yang tumbuh, nampak Febrian dan Shinta yang sebenarnya tersesat, tetapi sungguh menikmati malam itu. Dari saling pengertian, cinta mereka semakin kuat menancap di hati. Sedangkan Rency, Albert dan
Esok harinya, pencarian Febrian dan Shinta diteruskan lagi, dan kali ini membuahkan hasil. Febrian, Shinta, Albert,
Semakin hari, Febrian dan Shinta semakin dekat. Di suatu warung makan, nampak mereka asyik makan. Di sela itu, karena belum ada satu pun novel Febrian yang diterbitkan, dengan iba Shinta menawarkan diri untuk mencarikannya seorang editor. Karena perhatian Shinta itu, Febrian merasa jatuh cinta kepadanya. Sampai Febrian akhirnya menjanjikan sebuah hadiah khusus untuk Shinta. Pada suatu malam, di pantai yang indah, Shinta dikejutkan dengan hadiah yang tidak disangka-sangka. Sebuah deretan roti-roti kesukaan Shinta yang di tata sedemikian rupa, sehingga terbentuk menjadi hati yang sangat indah. Yang tidak kalah mengesankan, tepat di tengah bentuk hati itu, terdapat cincin berlian yang indah, yang tidak lain untuk Shinta. Itu merupakan lamaran Febrian kepada Shinta untuk menjadi pacaranya. Shinta pun menerima Febrian.
Setelah berkeliling kesana-kemari, Shinta belum berhasil mencari editor yang tepat untuk novel Febrian. Sampai akhirnya, dengan bantuan Vera (teman Shinta), Shinta berhasil menemukan editor yang cocok, dan novel Febrian pun akan segera beredar. Sementara itu, Febrian di kamarnya, mendapat kiriman email dari Yanti, bahwa dia akan pulang. Febrian pun merasa bingung, memilih Yanti atau Shinta.
Dengan dandanan yang lebih dari biasanya, suatu malam Shinta menemui Febrian di kafe yang telah mereka sepakati. Tidak lupa, map berisi kontrak dengan editor itu, selalu di dekapnya. Map itu merupakan hadiah special untuk Febrian, tetapi tanpa diduga terjadi kesalah pahaman ucapan Febrian mengenai datangnya Yanti, sehingga Shinta marah dan meminta untuk putus. Febrian pun tidak dapat menghentikan kepergian Shinta.
Hari yang dinantikan telah tiba, hari pertemuan Febrian dengan Yanti. Di sebuah kafe yang dulu menjadi kenangan terindahnya bersama Yanti, Febrian bertemu dengan Yanti. Tetapi aneh, Febrian merasa bahwa Shinta lebih baik untuknya. Apalagi dalam pembicaraannya Yanti selalu menghina sodara kembarnya itu.
Akhirnya dengan penuh keyakinan, Febrian lebih memilih Shinta sebagai pendampingnya. Febrian mencoba mencari Shinta kesana-kemari. Dia rela hujan-hujanan hanya untuk mencari Shinta. Hari demi hari, dia gunakan hanya untuk mecari Shinta, pujaan hatinya. Sampai akhirnya, dengan rahmat-Nya, di suatu malam yang indah, dua orang anak manusia itu dipertemukan di pantai tempat dulu mereka bersama.
Fall is “Jatuh”, Cinta is “Love”
| P
|
agi itu semua berbeda, matahari memberikan hangat sinarnya melalui celah-celah ventilasi yang ada dikamarku. Aku yang sejak tadi sudah terjaga dari tidur, masih bermalas-malasan di ranjang. Hawa sejuk pagi membuatku nyaman berada diranjang, bagai ayam yang berada di deket induknya, ku betah banget di ranjang. Aku merasa aneh pagi itu, juga hati ku. Hatiku tersentuh, seperti terbangun dari tidur panjangnya. Sebuah sentuhan hangat dari cewek memberi warna di hatiku kembali. Setelah sekian lama tersudut dalam kesepian cinta, akhirnya cinta memberiku kesempatan untuk membangun rasa percaya lagi pada cewek. Sedikit demi sedikit rasa cinta itu tumbuh dihati, bagai tanah subur benih-benih cinta itu segera tumbuh dan berkecambah. Teringat lagu, .....Jatuh cinta sejuta rasanya.... tapi menurutku rasanya lebih dari sejuta saat ini..
Terlihat diranjang ku tersenyum-senyum sendiri membayangkan wajah lucu, indah, imut, dan cantiknya. Pagi yang semakin beranjak pun tidak bisa memaksaku meninggalkan ranjang pagi itu. Matahari terlihat kesal, dan memberikan sinarnya yang menyilaukan mata. Ayam jago yang dari tadi berusaha menyuruhku bangun pun akhirnya menyerah dan berhenti berkokok. Detik-detik berganti menit, menit pun berubah mejadi jam, akhirnya ku bangun dan keluar kamar.
Matahari sudah setinggi pohon kelapa saat itu, sangat bersemangat sinarnya menerangi dunia ini, seperti hatiku. Hatiku bersinar lagi, menumbuhkan bunga-bunga cinta lagi, walaupun tak seindah bunga yang pertama, tetapi mempunyai satu ciri khas yang berbeda dari bunga lainnya. Cewek yang sebenarnya belum lama ku kenal, dan dia juga belum mengenal aku seutuhnya, telah mencuri hatiku. Tapi, sepertinya hatiku sudah lama kenal dan mengerti. Aneh kan... Emang aneh, aku pun bingung saat itu, mungkin itu salah satu rasa dari sejuta rasa yang ada dalam syair lagu itu, pikirku asal.
Hari demi hari ku lewati dengan senyuman dan perasaan gembira. Hanya dia yang selalu berada dalam singgasana tertinggi di dalam hatiku. Saat itu ku benar-benar lagi jatuh cinta deh. Setiap detik ku selalu ingat wajahnya, setiap menit ku ingat senyumnya, setiap jam tidak mungkin tanpa bayangnya. Semua rasa indah itu pun sekejap hilang ketika muncul pertanyaan, Gmana kalo dia gak suka sama kamu ?, malaikat hitam mencoba membuatku rendah diri. Iya juga ya, percuma kan nanti kalau cintaku kandas di jalan, tertabrak kencangnya arus globalisasi, dan tak terselamatkan lagi. Paling akhirnya ku Cuma teluka lagi, ku mulai putus harapan. Gak papa, paling tidak kan kamu bisa deket dan berteman sama dia, malaikat putih mencoba membangun rasa percaya diriku kembali. Iya juga sih, paling tidak ku telah berusaha mencari my true love. Aku berusaha nenangin diri, membuang semua pikiran negatif di dalam hati, dan mencoba memikirkan hal positif saja.
Yang jelas, hanya ada seorang cewek saja yang bisa membuatku jatuh hati saat ini. Cewek yang cantik , lucu, dan selalu merendah. Cewek yang bisa memberikan warna di hatiku, hati yang kemaren tak berwarna dan tak berasa. Hati yang membeku kaku, bak sebongkah es di dalam kulkas. Dan sekarang akhirnya ada cewek yang mampu mencabut kabel kulkas itu, sehingga hatiku segera akan mencair dan dapat merasakan indahnya cinta dan lembutnya kasih sayang lagi. Semua kan indah seiring pertemanan aku dan dia...
Semakin hari, rasa cintaku semakin bergejolak, membara bagai api yang siap membakar apapun, hatiku juga, hatiku tak kuat menahan hangatnya cinta yang selalu ku rasakan dari dia. Setiap hari hati ini selalu bernyanyi riang untuk dia. Ku berharap cinta sejatiku ada pada dia.
Malam ini terlihat sangat indah, dengan bertaburnya bintang bagai butiran meses di sepotong roti tawar. Bulan pun bersinar ingin menunjukkan kekuasaannya, tetapi sedikit tertutup awan hitam. Bintang dan bulan seakan bersahabat, berkerja sama menghiasi malam ini. Seperti aku dan dia, petemanan yang telah terjalin beberapa waktu yang lalu, tak pudar walaupun waktu terus berlalu. Setiap waktu aku merasa kesepian, kesunyian dalam hati, dia selalu ada dan menemani. Sedikit demi sedikit aku mulai bisa mengerti sifat dan kepribadiannya. Bagaimana buat dia tertawa, menghindari apa yang bisa buat dia sedih dsb. Dan sedikit demi sedikit juga, aku menemukan suatu kecocokan sama dia. Kecocokan ini akan merupakan titik awal persahabatan aku dan dia, yang mungkin untuk selama-lamanya..
Selalu terbayang di mataku, pacaran merupakan hal yang indah, hal yang kebanyakan orang suka. Tapi pacaran juga dapat menjadi hal yang menyedihan bila sampai patah hati, aku mulai menimbang untung ruginya. Disaat aku memikirkan hal rumit itu, tiba-tiba malaikat hitam pun ikut nimbrung, gak papa boz, pacaran aja, kan enak,, malaikat hitam mulai merayu. Disaat itu juga, malaikat putih juga hadir. Wah, jangan nak, gax usah pacaran dulu, belum waktunya. Mendingan berteman aja, malaikat putih mencoba menyangkal pendapat malaikat hitam. Belum sempat aku berpikir lagi, malaikat hitam sudah melontarkan kata. Berteman mana asik coy,, hari gini gak punya pacar, apa kata dunia?, malaikat hitam mengejekku. Gak masalah kan, tapi kan lebih langgeng berteman, malaikat putih mencoba membuat ku tenang. Aku sendiri juga bingung saat itu, yang bener yang mana.
Malam yang indah telah terganti oleh cerah dan hangatnya pagi. Tapi, seperti biasa aku masih bergulat dengan guling dan bantal di ranjang. Hari minggu yang indah itu pun tidak akan ku sia-siakan. Ketika itu juga, ku coba sms dia dan ngajak ketemuan, karena dari pertama kenal dia, masa belum pernah ketemu, gimana mau deket, mau sayang, kenal deket aja belum. Sms terkirim, ku tunggu 1 menit, 2 menit, sampai akhirnya ringtone hape ku berdering. Aku berlari menghampiri hape dan berharap balasan kata “iya” dari dia. Tapi…
Keberuntungan tak berpihak kepadaku saat itu, Tuhan berkehendak lain, kehendak yang menurutku kurang bagus, tetapi aku yakin, Tuhan selalu tau yang terbaik bagiku. Dia bilang, “ Uhm, gimana ya? Aku besok senin da ujian..nah looow, Cerahnya pagi hari itu, berubah drastis menjadi mendung yang suram, hati yang kemarin membara-bara, menyala-nyala, seketika itu padam seperti terhempas oleh kejamnya air. Dari lubuk hati yang paling dalam, aku sedikit kecewa. Kenapa? Yaa aku juga gak terlalu tau. Tiba-tiba rasa itu datang. Sepertinya dia gak seserius yang aku rasa dan gak respon baik. Disaat yang gak pas itu, malaikat hitam pun ikut-ikutan lagi, “ hehehe, sukurin, emang enak kamu dicuekin, kamu itu gak ada artinya dimata dia”, malaikat hitam membuatku merasa drop banget. Malaikat putih juga hadir saat itu, “ gak lah, gak usah mikirin yang aneh-aneh, kamu harus tau dia juga dalam kondisi saat ujian kaya gini, kalo emang kamu sayang ma dia, kamu harus ngertiin dia dong, jangan egois”, malaikat putih menasihatiku.
Aku berpikir sejenak, menimbang dua perkataan dari malaikat-malaikat tadi. Aku menggangguk-ngangguk sendiri, aku tau sekarang. Rasa ini muncul karena aku merasa aku sendirian dan kesepian saja. Tapi sebenarnya aku juga salah kalau sampai meminta seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak pas waktunya. Oooo, gitu, aku segera minta maaf ma dia dan berharap pertemanan diantara aku dan dia tidak goyah oleh hal kecil semacam itu…
view_ats@yahoo.com

